Lebih Asik Gadget (ku) daripada Ortu (ku)??? Benarkah?!


Era Digital adalah Era dimana arus informasi dan teknologi tanpa batas. Di Era Digital ini kita sebagai orang tua yang seharusnya merupakan guru pertamabagi anak, yang idealnya adalah sumber informasi yang baik yang mampu mendidik anak-anak, semakin hari semakin tersingkirkan. Peran orang tua kini mulai memiliki kompetitor yang jauh lebih disukai anak-anak.

  • Orang tua tak lagi menjadi tokoh inspirator bagi anak. Mereka terkalahkan oleh popularitas tokoh-tokoh tontonannya di televisi.
  •  Anak-anak tak lagi bermain di tanah lapang atau di rumah bersama orangtuanya. Mereka lebih asik bermain dengan games kesukaannya dan orang tua disibukkan dengan pekerjaannya masing-masing
  •  Jika di Era 80-an ada sebuah lagu yang berbunyi, “Ada anak bertanya pada bapaknya…..” maka hari ini anak-anak lebih suka bertanya kepada sebuah benda bernama “smartphone
  • Dan jika seharusnya orangtua dan keluarga merupakan sahabat dan lingkungan ternyaman bagi anak, kini justru mereka lebih nyaman berada di dunia “social network / social media”.

untitled

Gadget memang memiliki peran penting dalan perubahan dan perkembangan dunia saat ini. Hampir disegala sektor tak lepas dari keterbutuhannya akan teknologi. Tapi pertanyaannya adalah, Apakah gadget menjadi barang yang berperan penting bagi perkembangan anak-anak? Apakah kita sebagai orang tua dan keluarga rela jika peran penting kita dalam mendidik dan membentuk karakter anak tergantikan oleh “gadget”?

So beware parents!

Salah satu yang perlu diwaspadai dari gadget adalah suguhan koneksi internet yang semakin mudah. Jaringan internet mampu menghubungkan siapapun ke dunia tanpa batas. Dan sangat tidak bijak jika penggunaan gadget pada anak tidak dibarengi pengawasan orang tua.

Dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan gadget berlebihan :

Bad Planner, Tidak sadar dengan ruang sosial, ingin serba instan, just to be followers dan kehilangan jati diri, sulit berkonsentrasi, kesehatan terganggu, dan ketergantungan.

Maka orang tua yang menyadari anak-anaknya mulai melek teknologi harus turut pula mengikuti arus perkembangan teknologi yang ada. Seringkali kita sebagai orang tua menyuruh anak kita untuk belajar, tapi kita lupa bahwa sebagai orang tua kitalah yang seharusnya perlu banyak belajar.

Prinsip pendampingan yang harus dijalankan adalah Mengajak bukan mengejek, Menyeru bukan meyuruh, Merangkul bukan memukul, Memuji bukan mencaci, Mengarahkan bukan melarang, Mendampingi bukan membiarkan.

Jadikan gadget sebagai alat informasi yang membantu orang tua untuk melakukan perannya dalam mendidik anak. Bukan menjadikan gadget sebagai pengganti peran orangr tua dalam mendidik anak.

Hentikan segala akses penggunaan gadget jika prestasi anak merosot dan anak menjadi jauh dari lingkungan keluarga dan sosial.

Mari menyiapkan anak menjadi seseorang yang unggul 20 tahun mendatang diawali dari lingkungan keluarga.

Ingat sejarah anak kita belum selesai!.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s