Sebuah Refleksi


 Aku hanya ingin tetap hidup, aku tetap ada, di beranda ini, di halaman ini. Menemani kalian. 

 

cermin1

 

Untuk kesekian kalinya membaca halaman dunia maya seorang kawan yang telah berpulang. Ada sebuah perasaan yang menggetarkan, melihat profilnya kembali, membaca ulang lagi catatan kehidupannya. Seperti sedang berhadapan dengannya lagi dalam versi yang lain. Sejenak saya berfikir, suatu saat pun aku akan sepertimu… Berpindah ke kehidupan yang lain. Tak ada lagi aku dalam bentuk wujud yang nyata, yang tersisa tinggal lembar demi lembar gambar, foto dan catatan catatan kecil.

Dunia nyata dan dunia maya adalah dua dunia yang berbeda. Di dunia nyata ada aturan Tuhan yang tak mungkin bisa kau bantah. Segalanya sudah tertulis dalam catatan takdir. Kau tinggal meyakini, menjalani dan berusaha mengakhiri dengan baik. Sedangkan di dunia maya, tak ada aturan yang baku… Kehidupan disini hanya akan hidup selama ada aliran listrik, jaringan internet dan kecanggihan teknologi (ketiga hal ini hilang, matilah sudah ^_^).

Dengan kemudahan yang ada banyak orang kemudian membuat halaman pribadi mereka disini, bisa berupa web, blog dan jejaring sosial. Siapapun bisa hidup disini, satu orang bahkan bisa mempunyai lebih dari satu nyawa. Kau pun bisa hidup selamanya disini.

Dunia maya jelas berbeda dan tak akan pernah sama dengan dunia nyata. Kedua dunia ini hanya bisa saling berhubungan, melalui sebuah jendela layar datar.

Pada akhirnya kedua dunia ini akan musnah jika memang sudah waktunya. Waktu dimana peradaban ini akan berganti dengan sebuah kehidupan yang abadi. Kehidupan yang selamanya. Kehidupan yang bisa kita masuki lewat sebuah pintu bernama Kematian.

Entahlah nantinya aku akan dikenang seperti apa. Membaca koment di berada jejeraing sosial milik kawan yang telah tiada membuat hati ini kelu. Bagaimana dengan berandaku nanti, bagaimana dengan halaman yang telah kubuat disini. Akankah ada yang merasa kehilangan, akankah ada yang terus menyapa, akankah ada yang selalu membaca, akankah ada yang sudi mengenang.

Yang jelas aku tak pernah bisa tahu, aku sudah pergi. Tak bisa lagi membaca satu per satu pesan kalian, tak bisa lagi membalas sapaan kalian, tak bisa lagi menulis catatan untuk dibaca semua orang.

Aku tak pernah tau siapa yang menyapaku, karena mungkin aku tak sempat berpamitan. Aku tak sempat meminta maaf. Aku tak sempat memberi kalian senyuman terakhir meski hanya lewat sebuah foto yang diunggah.

Aku hanya ingin tetap menulis disini. Sebagai sesuatu yang bisa aku tinggalkan. Entah untuk siapa. Aku hanya ingin, apapun yang aku tulis menjadi sebuah kebaikan yang bisa dibagikan. Aku hanya ingin tetap hidup, aku tetap ada, di beranda ini, di halaman ini. Menemani kalian.

Aku hanya ingin selalu ada bersama kalian meski dalam wujud yang berbeda. Meski interaksi yang terjalin tak lagi sama. Aku hanya ingin kehidupan selalu tahu bahwa aku pernah ada, dan akan selalu ada. Entah sebagai apa. Seperti yang akan kalian kenang nantinya.

Semoga apapun yang akan tertulis nantinya bisa menjadi kebaikan untuk semua. Aku, Kalian dan Kehidupan.

Semogapun kita akan bersama lagi, bertemu dalam istana syurga yang terbaik.

 

 

#Sebuah Refleksi

19 April 2013

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s