Analisa Nasabah dan Jodoh


Pernikahan adalah sebuah masa depan.

Jangan diabaikan, jangan disia-siakan, tapi juga jangan sembarangan.

178984_523693954325670_1196196139_n

Sejak awal saya membuat tulisan di blog ini, baru pertama kali ini saya menulis tentang tema yang berkaitan dengan spesifikasi bidang ilmu saya, akuntansi/keuangan. Dan tema yang akan saya bahas pun akan saya tarik ke sebuah tema yang jauh dari keuangan. Sepertinya saya memang salah jurusan ^_^

Ide tulisan ini saya dapat dari materi training on job saya di sebuah lembaga keuangan syariah. Dari sebuah materi tentang analisis pembiayaan kemudian sampai pada bagaimana kita menganilis calon nasabah yang baik dan kredible. Well, dalam materi tersebut diuraikan tentang ciri-ciri atau kriteria mencari nasabah yang baik,
1. Walk in Clien,

yaitu nasabah yang datang sendiri ke kantor untuk mengajukan pembiayaan atas barang/jasa. Biasanya dari seluruh nasabah yang datang sendiri hanya 10% yang lolos pencairan/di acc. Karena tidak semua yang datang masuk dalam kriteria pembiyaan, faktornya bisa banyak. Salah satunya data yang mereka sampaikan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan setelah dilakukan survei.  Ada masalah dengan pembiayaannya, pernah bermasalah dengan lembaga keuangan lainnya, dan banyak faktor lainnya.

2. Leads,

yaitu nasabah pembiayaan yang didapat dari pencarian account officer/marketing lembaga keuangan tersebut. Jemput bola/turun ke lapangan. Biasanya dari keseluruhan nasabah yang didapat hanya 50% yang lolos pencairan. Karena tidak semua nasabah yang didapat masuk dalam kriteria pembiayaan. Hal ini sangat bergantung pada bagus atau tidaknya insting dari marketer pembiayaan dalam menemukan calon nasabah yang baik dan kualified. Bisa jadi si marketer itu hanya mengejar target, sehingga dia asal saja mencari nasabah pembiayaan tanpa mau mensurvei dan menyeleksi dengan seksama sebelum diajukan ke bagian acc pembiayaan.

3. Reveral,

yaitu nasabah yang didapat dari reverensi nasabah yang sudah mempunyai reputasi pembiayaan yang bagus. Biasanya dari keseluruhan reverensi itu 80% bisa lolos pencairan. Mengapa bisa begitu? Karena ketika nasabah itu mereverensikan orang lain, dia sudah memastikan orang lain tersebut baik dan tidak akan mempermalukan dirinya. Karena secara otomatis jika nasabah yang direverensikan berbuat nakal, nama baiknya juga akan jatuh. Padahal dia sendiri juga mempunyai kepentingan di lembaga keuangan tersebut.

Jadi, apa hubungannya dengan jodoh. ^_^

Saya mendapatkan ada sebuah ilmu yang hampir sama, dengan ketika kita mencari jodoh.

Terkadang cara mendapatkan jodoh hampir mirip dengan mendapatkan nasabah…
yang Pertama dengan cara Walk in Partner, dimana calon pasangan kita datang sendiri kerumah kita untuk menyampaikan maksudnya yaitu meminang kita. Wow, pasti bahagia sekali yach…dan pastinya kita akan kaget sejadi-jadinya. Seperti ada durian runtuh. Ada pangeran antah berantah yang tiba tiba datang kerumah kita untuk melamar. ^_^ Eits, tunggu dulu. Seperti analisis yang sudah saya urai diatas, hanya 10 % yang baik. Well, kita tidak tau alasan kenapa dia tiba-tiba melamar kita. Bisa jadi niatnya baik, bisa jadi ada udang dibalik batu. Tetap saja kita harus mempelajari dulu detail semua data dengan dia. Mensurvei apakah dia layak atau tidak, apakah cocok atau tidak, apakah dia manusia normal atau jangan-jangan dia itu sejenis alien hahahaha. Khusnudzon tetap, dan hati-hati jauh lebih penting.

yang Kedua dengan cara Leads, dimana calon pasangan ini kita cari sendiri. Jemput bola atau turun ke lapangan. Kebanyakan kita mungkin lebih nyaman dengan ini. Mencari, memilih dan bertanggung jawab sendiri atas pilihan kita tentunya. Tapi, kemungkinan kita menemukan yang baik hanya 50%. Mengapa, karena seperti pepatah kuno. Cinta sanggup membutakan mata. Kotoran kucing saja bisa berubah seperti cokelat. Bisa jadi, karena kita mencari sendiri, kita akan terbawa emosi. Terhanyut dulu dalam perasaan cinta kita. Sampai terkadang kita tak mau mendengar pendapat  orang lain. Jika ada kejelekan yang disampaikan orang lain tentang pasangan kita, bisa jadi kita langsung marah dan tidak terima. Penilaian kita menjadi tidak objektif, cenderung subjektif. So, boleh lah kita memilih untuk kenyamanan. Tetapi gunakan insting dan feeling yang baik. Supaya kita tidak salah memilih.

yang Ketiga dengan cara Reveral, dimana calon pasangan kita adalah hasil dari reverensi orang yang menurut kita bisa dipercaya tingkat validitasnya. Misal kita punya orang tua yang baik secara agama dan sosial, punya guru yang kita pandang bisa untuk digugu, atau relasi yang secara agama, pendidikan, sosial baik. Maka ketika mereka menyarankan jodoh atau calon pasangan untuk kita, bisa jadi itu juga jodoh yang baik. Seperti analisis diatas, tingkat validitasnya bisa mencapai 80%. Orangtua, Guru dan Sahabat yang baik, pasti tidak akan pernah mau menjerumuskan kita. Dan mereka juga tidak akan menjatuhkan nama baik mereka sendiri. Seandainya pun jodoh kita melalui jalan ini, maka pastikan semua baik.

Okey, ini hanya sebuah tulisan dan uraian iseng saya ditengah hujan deras seusai tiga hari training on job. Bisa jadi salah bisa jadi benar. Yang jelas, pernikahan itu sakral, tujuannya adalah baik untuk beribadah. Maka, carilah pasangan yang baik lewat jalur yang baik maka hasilnya pun akan baik. Ketiga jalur diatas semua baik, hanya saja kita tetap harus berhati-hati. Analisa datanya, survei, pastikan detailnya baik untuk kemudian kita mengambil sebuah keputusan. Pernikahan adalah sebuah masa depan. Jangan diabaikan, jangan disia-siakan, tapi juga jangan sembarangan.

Selamat Sore, Selamat menikmati Hujan ^_^
Get Happiness in your life…

2 thoughts on “Analisa Nasabah dan Jodoh

    • jodohnya masuk akun debet tapi biaya-biayanya masuk akun kredit #Nah Lho jadi jodoh itu menambah kas atau modal? atau malah menambah hutang hahahaha

      yang jelas tidak ada take over atau resceduling yach dalam urusan jodoh…. ntr repot urusannya hahahaha

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s