Senja, Jingga & Siluet Kehidupan


“Semburat yang pudar tanpa cahaya yang memberi warna dan senyum. Senja… Jingga…”

Senja,

Semburat cahaya kemerahan di ujung garis kehidupan.

Bagi sebagian orang itu pertanda dunia sudah mulai lelah dan ingin beranjak ke peraduan.

Lalu lalang jalanan menjadi semakin kacau,

Pulang, pulang dan pulang….

Tapi bagi seseorang tak berarti demikian,

Senja, sebuah ruang yang nyaman untuk menghela nafas panjang…

Semakin merah warnanya semakin kaki ingin berlari menjejak pasir

duduk di sisi buih yang berdebur memecah karang…

Melihat bulat jingga di semburat senja,

Pejamkan mata

Hembuskan nafas perlahan

Berdoalah

Dalam mata tertutup itu

terlihat wajah wajah dengan penuh senyuman berjejer

“Nak, Panasnya siang yang membuat lelah dan Gelapnya malam yang pekat tak akan terasa menakutkan…Selalu ada Senja yang mengurai segalanya menjadi indah. Tersenyumlah, esok akan kau dapati hari yang selalu lebih indah dari hari ini…”

Ya,

Senja…

Jingga…

Kerinduan,

Keyakinan,

Mimpi dan Kekuatan…

*Tuhan, segalanya begitu dekat, mudah dan indah ^_^

— Senja dan ukiran senyuman Ayah & Ibu —

2 thoughts on “Senja, Jingga & Siluet Kehidupan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s