Pesan untuk kita dan kehidupan


“Bertambahnya usia tak menjadikan kita manusia serba tahu, Rambut putih tak berarti kita paham segalanya” (Dee Lestari)

don’t judge everythings if you don’t really knows it

Apapun yang ada dalam pikiran kita, apapun yang kita lihat, dan apapun yang kita dengar, tidak selamanya benar. Manusia selalu memiliki keterbatasan. Bahkan kita tak bisa melihat bola mata kita sendiri tanpa bantuan cermin. Kita tak bisa egois, tak bisa selalu merasa paling benar sendiri. Bahkan tak selamanya feeling itu bisa diandalkan untuk merasakan kebenaran.

Mungkin kita sering dengan mudahnya membuat kesimpulan tentang apapun yang kita temui, maka jangan salahkan ketika orang lain pun dengan mudahnya membuat kesimpulan tentang kehidupan kita. Atau kita sering merasa sok tau dengan permasalahan kehidupan, maka jangan salahkan ketika orang lain sok tahu dengan kehidupan kita.

Pernah melihat bagaimana komentator bola ketika berbicara di akhir pertandingan. Begitu mengagumkan semua argumentnya, dia seperti tahu bagaimana pertandingan tadi seharusnya dijalankan. Tapi, tanpa mengerdilkan ilmu seorang komentator… Coba sekali kita bertanya, “Dapatkah dia bermain lebih bagus atau minimal sama bagusnya seperti pemain yang barusan dia komentatori?” “Dapatkah dia menjadi pelatih yang lebih hebat atau minimal punya kemampuan yang sama dengan pelatih pertandingan yang baru saja dia kritik habis-habisan?”

Tuhan itu Maha Adil, tidak ada yang diciptakanNYA tanpa punya maksud dan tidak mungkin sia-sia. Begitupun jalan kehidupan yang sudah digariskan untuk kita. Biarkan semua berjalan sesuai jalannya masing-masing. Dan belajar menghargai jalan kehidupan masing-masing. Semua sudah sesuai batas kemampuan manusia itu sendiri, kita belum tentu sanggup menjalani kehidupan orang lain pun begitu sebaliknya oranglain juga belum tentu sanggup menjalani kehidupan kita.

Jangan pernah mengkerdilkan orang lain, jangan pernah merasa ilmu kita sudah banyak, jangan pernah merasa amal kita sudah banyak, jangan merasa kita sudah luarbiasa, dan jangan lagi selalu menyalahkan apa yang orang lain perbuat sebelum kita benar-benar tahu apa yang dia sedang perbuat.

Belajarlah dari ilalang… Tak peduli bagaimana kehidupan memperlakukannya, diinjak dan diabaikan tapi dia tetap tumbuh karena Tuhan yang menyuruhnya hidup. Jangan melihat bagaimana bentuk rupa ilalang itu tapi lihatlah alasan mengapa Tuhan menciptakan dia ada…

Kenali, Pahami dan Ikat dengan Hati begitulah seharusnya kehidupan. Karena kehidupan bukan hanya tentang diri kita saja, tapi tentang orang-orang yang ada disekitar kita. Tak perlu bicara ukhuwah jika kita tak mau untuk saling bertabayyun (saling memahami)

#Sebuah Pengingatan untuk diri sendiri

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s