Sense of Loss


Sering kita mendengar sebuah quote “untuk apa kita dipertemukan ketika pada akhirnya kita dipisahkan”

Satu fase kehidupan yang terkadang tidak mudah untuk dilewati dan dipahami. Ketika fase pertemuan tak terduga, siapa yang akan menyangka kita dipertemukan, saling mengenal, saling memahami, tertawa dan menangis bersama. Dan tiba-tiba saja seperti ketika ia datang, perpisahanpun kemudian tak terelakan, siapa yang mau untuk kemudian dipisahkan?  Semua yang sudah terjadi seakan menjadi kenangan manis yang memilukan.

Terkadang rasa kehilangan lebih menyakitkan dari pada kegagalan. Karena ketika kita gagal kita masih punya kesempatan untuk meraihnya kembali. kesempatan masih terbuka bagi mereka yang mau terus berusaha. Mimpi itu masih ada belum hilang, hanya saja belum bisa kita raih.

Tetapi, ketika mimpi itu tiba-tiba menghilang…. Segalanya seolah menghitam. Sekeras apapun usaha kita, seyakin apapun doa kita. Mimpi itu sudah lenyap. Meskipun kita berlari mengejarnya, yang akan kita dapat hanya sebuah ruang kehampaan.

Dan mengalihkan kehidupan kita pada sebuah mimpi yang baru itu tidak semudah ketika kita harus bangkit dari kegagalan. Membuka lembaran baru lebih sulit daripada kita melanjutkan mimpi kita.

Ini bukan pesimisme, ini kenyataan yang memang sulit. Ketika kau gagal, akan mudah sekali bangkit dan optimis. Karena mimpimu masih ada. Kau hanya tinggal meraihnya. Tapi ketika mimpimu tiba-tiba lenyap. Tidak mudah bersahabat dengan rasa penyesalan, tidak mudah bersahabat dengan rasa kehilangan, tidak mudah jika kita harus membuat mimpi baru lagi.

Seperti orang yang yang sedang mengejar kereta terakhir yang berangkat dari stasiun.  Ini kereta terakhir yang akan membawamu pergi ke tempat tujuan. Dan hanya hitungan detik kereta itu melaju, dan kau hanya bisa memandangi keterlambatanmu tiba di peron. Sekejap kau hanya bisa berdiri mematung memandangi kereta itu pergi dan lenyap dari pandangan.

Itu tidak mudah dan tidak akan pernah mudah.

Tuhan memang Maha Pemberi Takdir yang terbaik. Mudah memang berkata bahwa ini sudah ketetapanNYA, bahwa ini sudah garis takdir yang nyata, bahwa selalu ada balasan bagi orang yang sabar dan ikhlas, bahwa Tuhan telah menyiapkan mimpi yang lain, yang terbaik.

Tapi, sekali lagi tapi….

Tidak semudah itu menjalaninya, tidak semudah itu kemudian kita mau menerima kehilangan itu…

Manusiawi…

“Hatimu tetap merasa masih memilikinya
Rasa kehilangan hanya akan ada
Jika kau pernah merasa memilikinya”

Siluet Jingga

15 Oct 2011

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s