Tak mudah bicara tentang “Pernikahan”


“Sungguh Alloh tidak menawarkan pelayaran yang indah tapi menjanjikan tempat berlabuh yang nyaman.”

Sore ini saya dikejutkan dengan sms dari seorang sahabat, “Assalamualaikum, mba sejak pertemuan kita kemaren dan dari cerita mba, ane jadi kepikiran terus. Kenapa mba gak menikah saja sih? biar ada teman berbagi dan ada yang bisa mensupport?”

Saya tak langsung menjawab, pikiran saya langsung dipenuhi simpul senyum dan berjuta alasan karena memang pernyataan sekaligus pertanyaan ini sudah sering terlontar dari beberapa pihak terhadap diri saya. Kemudian saya menjawab dengan singkat, “Wa alaikumsalam, jazakillah dek ^^ tapi terkadang menikah bukan solusi dari setiap permasalahan. Banyak yang harus dipertimbangkan. Karena jangan sampai karena terlalu dipaksaan hal ini akan menimbulkan masalah yang lebih komplek lagi.”

Bukankah, sesungguhnya Tuhan telah menciptakan sebuah masalah sudah sepaket dengan jalan keluarnya? Tidak ada ujian diluar batas kemampuan hambaNYA bukan? Jadi ketika saya masih diberikan kesempatan untuk sendiri berarti Tuhan menganggap saya mampu untuk itu.

Tidak ada yang salah dengan pernikahan, bahkan banyak manfaat yang akan kita dapat dari menikah. Tetapi selain pernikahan adalah sebuah ibadah, pernikahan juga sebuah amanah yang tidak sepele. Bagi perempuan, dia akan otomatis menjadi seorang istri dan ibu, amanah ini tidak bisa dijalankan tanpa kesiapan yang cukup. Tidak mudah. Apalagi ketika saya pada posisi sekarang, banyak amanah saya yang belum selesai. Amanah saya sebagai seorang anak, belum tertunaikan dengan baik pada kedua orang tua, dan Amanah saya sebagai pengganti kedua orang tua kepada adik saya. Jangan sampai hanya karena dipaksakan justru ini akan berdampak tidak maksimal. Bukannya masalah kita selesai tapi justru akan bertambah komplek. Karena idealnya, bagaimana kita bisa menjalankan amanah baru dengan baik sementara amanah kita sebelumnya saja terbengkalai.

Itu memang bukan menjadi sebuah alasan, tapi kenyataannya bagi perempuan single tak mudah bicara pernikahan di usia yang tak lagi muda. Sebuah hal yang lebih baik bersabar dalam diam ketika realita pada kenyataan memang kita belum ditakdirkan untuk bertemu jodoh kita. Bukan hanya karena faktor usia, keluarga, keterbutuhan kemudian kita seolah-olah memaksa takdir untuk segera mempertemukan kita dengan jodoh kita, merengek-rengek untuk minta dinikahkan, ato bersikap agresif untuk minta dinikahi oleh seorang pria. Tidak sesederhana itu.

Bukan saya anti menikah. Saya pun sama dengan perempuan lainnya. Doa saya semoga segera dipertemukan dengan jodoh yang terbaik menurut Alloh bukan menurut saya. Tapi memang masalah ini tak semudah yang dibicarakan. Ini bukan mengenai gaun yang indah, acara resepsi yang megah, atau cincin yang melingkar di jari. Ini mengenai sebuah akad yang disaksikan malaikat. Dan ini mengenai sebuah ketetapan yang memang sudah digariskan.

Sabar mungkin ini jalan yang harus kita tempuh, tidak perlu tergesa-gesa. Setiap diri pasti menginginkan Separuh Dien nya terpenuhi. Tapi semua ada waktunya. Bersyukur dengan apa yang sampai detik ini kita jalani, bukan berarti kesendirian kita adalah sebuah masalah. Tuhan pasti punya rencana yang indah. Karena terkadang untuk mengabulkan doa kita, Tuhan memberikan ujian terlebih dahulu. Menanti pernikahan itulah ujian kesabaran.

Mungkin Tuhan punya rencana yang lain dengan Kesendirian kita. Yang terpenting tetap produktif dan bermanfaat apapun status kita ^^ Tetap menjadi wanita sholeha yang luar biasa bagaimanapun kondisinya ^^

Tentang sebuah Kefahaman, Amal dan Keikhlasan…

Wallohu’alam bisowab…

Semoga kehidupan yang sedang kita jalani bisa kita ambil hikmahnya.

Good luck for all

Be the best ^^

*Jazakillah for ukhti Kuinanti atas doa dan sms nya hari ini…

5 thoughts on “Tak mudah bicara tentang “Pernikahan”

  1. ehm…pernikahan? memang kelihatannya penuh lika-liku dan permasalahan. kadang juga tampak indah. *kale…? hehe…. semoga kita dapat menemukan solusi atas segala persoalan ^_^

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s