Sabar itu Tak Terbatas


“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Sore ini seorang teman lama menelepon seperti biasanya, kami dulu begitu akrab ketika masih sama-sama di kampus. Sekarang dia sudah menikah dan tinggal di sebuah kota di Jambi. Seperti biasa, kami pun menanyakan kabar masing-masing dan pada akhirnya sampai pada sebuah percakapan dimana saya menanyakan sesuatu hal yang sedang menjadi masalah bagi diri saya sendiri.

“Mba sampai kapan saya harus sabar…?”
kemudian dia menjawab dengan nada yang begitu lembut,
“Nduk, kalau kau bertanya sampai kapan harus bersabar maka jawabannya adalah Sabar itu tak terbatas. Ketika kau sudah merasa pada batas kesabaranmu maka kau harus bisa bersabar dengan keterbatasan sabar itu sendiri.”
“Sabar itu ya sabar… sabar adalah proses. Sebuah proses hidup. Dan dengan sabar kita bisa memenangkan hidup,” begitu lanjutnya.

Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik. (Al-Maarij:5)

Pernahkah anda mendengar bahwa sabar itu ada batasnya? Tentu pernah pastinya. Ketika anda mendengar itu bisa dipastikan orang yang mengatakan hal itu sedang dipenuhi oleh emosi yang memuncak, sehingga tidak bisa menerima kenyataan bahwa yang sedang dihadapinya adalah bagian dari kehidupan ini. Kesabaran adalah buah dari keikhlasan. Jika kita mampu ikhlas menerima semua apa yang terjadi dengan lapang dada, pastinya sikap sabar akan selalu ada setelah keikhlasan menerima apapun yang terjadi.

Semua manusia punya masalah…
Namun hanya beberapa yang bersabar dalam masalah tersebut
Tetapi berapa banyak pula orang-orang yang menikmati kesabaran itu(dengan merubah diri, dan introspeksi)?

Ketika seseorang mendapati masalah lalu dia menghentikan “perlawanannya”, namun ada saja keluhan-keluhan yang terucap. Sehingga merusak pahala sabarnya…

kalau sabar ada batasannya
saya yakin, tidak akan ada manusia yg bisa sabar
membatasi sabar = membatasi pahaLa yg akan didapat .

Sabar Itu…
adalah berusaha untuk menjadi sabar itu sendiri ^_^

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s