Untuk Perempuan


” Sesungguhnya aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan.” (QS Ali Imron 03:159)

Wahai Perempuan…

Beruntunglah engkau karena dilahirkan setelah cahaya kebenaran itu muncul. Bayangkan apa jadinya engkau jika hidup dalam peradaban besar yang tidak mengenal hakikat hidup yang dapat memuliakanmu. Engkau akan menjadi sosok yang berada dalam sekapan ketidak-adilan tanpa tahu hak dan kewajiban. Kalaupun engkau tinggal di dalam istana megah, engkau hanyalah tawanan disana. Kalaupun engkau mendapat kebebasan, engkau hanyalah menjadi budak hawa nafsumu saja.

 

Wahai Perempuan…

Engkau sungguh beruntung karena mengenal hak dan batil. Jika engkau hidup pada masa kebodohan, engkau dianggap sebagai sosok yang lebih mematikan dibandingkan racun, ular, dan api. Engkau akan selalu berada di bawah kekuasaan laki-laki yang berhak menjual, mengusir, menganiaya, dan membunuhmu.

 

Wahai Perempuan…

Engkau sungguh beruntung karena dianugerahi potensi dan kemampuan yang cukup memikul tanggung jawab. Jika merujuk pada asal muasal penciptaan manusia, engkau ada karena Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan. Engkau tidak lebih hina atau mulia dari pasanganmu karena keduanya diberikan kesempatan yang sama untuk menjadi makhluk yang sempurna. Engkau sama dengan pasanganmu dan sekaligus engkau pun berbeda darinya. Persamaan dan perbedaan ini tidak akan menempatkanmu terjebak dalam konflik kecuali engkau sendiri yang memilih untuk berada di sana.

 

Wahai Perempuan…

Engkau lagi-lagi beruntung karena mendapat kesempatan untuk memilih siapakah yang berhak menjadi pendamping hidupmu. Engkau berhak menentukan kapan engkau ingin mengakhiri masa lajangmu. Engkau berhak menerima lamaran dan engkau pun berhak menolaknya.

 

Wahai Perempuan…

Engkau bisa menjadi Aisyah yang menikah pada usia dini. Engkau pun bisa menjadi seperti Khadijah yang memilih pasangan hidup yang usianya lebih muda darinya. Lalu, mengapa engkau kini termenung dan tampak gurat kesedihan pada wajahmu? Apakah masa menikah seperti Aisyah telah engkau lewati? ataukah tidak ada seorang pun yang usianya lebih muda darimu memilihmu menjadi belahan jiwanya? Apakah engkau yang selalu menunda-nunda waktu dan memilih saat yang tepat untuk melepas masa lajangmu? Apakah engkau kini merenungi penyesalanmu karena semua berakhir dengan penantian panjang nan melelahkan?

 

Wahai Perempuan…

Masa penantian memang terasa melelahkan jika engkau hanya menanti dan tidak berbuat apa-apa. Yakinlah engkau akan janji Sang Penguasa Hati bahwa Dia menciptakanmu berpasang-pasangan. Hingga saat ini mungkin engkau telah lelah menagih janji-NYA untuk menghadiahimu pasangan hidup. Namun apakah dunia mengetahui bahwa engkau sesungguhnya sedang menanti seorang pangeran datang menghampiri dan melamarmu untuk menjadikanmu sebagai pendamping hidupnya? Jangan-jangan tidak ada seorangpun yang tahu akan hal itu. Siapkah sekarang engkau katakan bahwa I’m, Available…?

 

from “Let’s talk about Single Female” book — Inayah Ashriyah

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s