Chapter One – Mimpi Ilalang


Prolog.

Ini adalah cerita tentang ilalang di padang senja. Sebuah padang di pinggir pantai selalu damai di kala senja. Cerita tentang sebuah mimpi, harapan, dan persahabatan. Tentang sebuah sekolah kehidupan. Inilah Padang Senja, terhampar banyak kisah, petualangan dan pelajaran dari sebuah makna kehidupan.

—000—

Malam ini purnama sempurna membentuk lingkaran.

Angin malam bertiup menerbangkan debu pasir.

Deru ombak pecah di batu karang dipinggir pantai.

Malam ini suasana sama seperti malam sebelumnya.

Hanya purnama yg melukis keindahan, tersenyum seperti memberi harapan.

 

Tempat ini adalah tanah kelahiranku…

Entahlah,meskipun aku tak pernah tau bagaimana caranya aku bisa ada disini.

Aku hanya ilalang yang tumbuh liar…

Bagiku, semua yang Tuhan ciptakan tak ada yang sia-sia.

Selalu ada alasan, ada maksud dan ada penjelasan di setiap penciptaanNYA.

Yang aku tahu, selagi Tuhan menyuruhku untuk hadir disini maka aku pun patuh.

Seperti mentari yg mengirim hangat di pagi hari dan rembulan yg tersenyum di waktu malam.

Meskipun terkadang apa yg aku rasakan tak seindah tempat ini, terkadang sepi, dingin, panas, hujan, badai, angin kencang, dan terinjak. Tapi apa yang ada disekitarku dan keharmonian tempat ini membuat aku merasa selalu damai dalam badai sekalipun.

 

Inilah padang senja… Tempat yang bagiku bukan hanya sekedar tempat kelahiran tp segalanya.

Mimpi, harapan, kedamaian ada disini.

Sebuah padang di pinggir pantai, yang selalu damai di kala senja.

Tempat yang mampu membuatku selalu percaya bahwa keajaiban itu ada.

Karna Tuhan itu ada. Sebuah alasan yang tak bisa dijabarkan. Percaya.

Serumit apapun keadaan yang sering kita temui.

Senja selalu berbisik…

Beristirahatlah dan bermimpilah di malam ini, esok pasti akan kau temui hari yang indah jauh lebih indah dari yang kau bayangkan.

Percayalah, ilalang…

Percaya pada mimpimu. Kau punya Tuhan, punya semua kedamaian di padang senja ini, tempatmu berpijak.

 

7 thoughts on “Chapter One – Mimpi Ilalang

  1. Ping-balik: Chapter One – Mimpi Ilalang « memoirfaza

  2. Ping-balik: Mimpi ilalang.. « Fotografer Kehidupan

  3. Ping-balik: Belajar dari ilalang « 写真家の人生 "Aku adalah Seorang Penulis"

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s