Tangan tersembunyi yang mengguncang dunia


“Siapakah selepas ini yang akan menceritakan kisah zaman kanak-kanaku, seakan-akan ia suatu peristiwa yang baru semalam terjadi? Siapakah lagi yang akan membayangkan kepadaku zaman muda untuk dibawa kembali bayangannya kepada kehidupan dan kepada alam wujud ini selanjutnya?
“Engkau telah memberi gambaran terhadapku bahwa diriku adalah insan yang istimewa semenjak aku masih dalam buaian kehidupan. Kau sering ceritakan kepadaku tentang impianmu yang lahir, merangkak-rangkak terserap dalam jati diriku bahwa aku seorang yang mulia. Ia telah menjelaskan padaku suatu tanggungjawab yang besar dan semua ini adalah dari impianmu terhadapku dan ‘wahyu’ bisikan hatimu. Siapakah nanti yang akan membisikan kepadaku khayalan-khayalan yang membara itu? Siapakah lagi yang akan meniupkan dorongan ke dalam hatiku?”

“Bunda…”

dulu,
harusnya aku menemani mu setiap saat
harusnya aku bisa membuat mu tersenyum setiap hari
harusnya aku bisa meringankan bebanmu yang bertumpuk
harusnya aku bisa selalu mendengarkan nasehat kehidupanmu
sebelum semua berakhir…
harusnya aku menyadarinya,
supaya aku bisa memelukmu erat
mencium harum surga di bawah telapak kakimu

maka, ciumlah sekarang ia dan bisikan bahwa “aku sangat mencintaimu…..”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s