—one the night like this—


Tadi malam kau sungguh nyata…

entahlah apa itu mimpi atau kau benar-benar hadir disini untuk menyapaku.

tapi segalanya tampak jelas bagiku, kau disampingku dan aku menangis di bahumu.

aku rindu….dan bertemu denganmu adalah obat yang selama ini aku cari.

 

entah kenapa tadi malam aku tak mau melepaskan pelukan itu.

aku takut kau akan pergi lagi…aku takut ternyata ini hanya bunga tidur saja…

 

tadi malam aku mencoba mengajakmu berbincang, tentang banyak hal yang selama ini aku ingin ceritakan.

tentang mimpi-mimpi kita, tentang cita-cita, tentang harapanmu padaku.

tapi, kau diam seribu bahasa…hanya tersenyum melihatku.

dan aku hanya bisa bersandar dibahumu yang selalu bisa menenangkanku…

 

aku rindu berbincang denganmu,

aku rindu ada dipelukanmu,

aku rindu berjalan-jalan denganmu,

 

Ibu,,,

andai kau tahu rinduku padamu bagaikan malam merindukan siang.

sakit yang aku rasa hari ini, akan hilang seketika dengan senyumanmu itu,

 

maafkan aku ibu…yang tak bisa menjadi seperti yang kau mau,

anakmu terlalu ceroboh menjalani kehidupan ini,

tak seperti dirimu yang selalu bisa tenang dan menenangkan…

 

Ibu,

andaikan malam tadi tak bertepi

aku ingin kau hadir lebih lama lagi,

aku ingin kau tak hanya tersenyum padaku

aku ingin selalu bisa bersandar dibahumu

Ibu, terimakasih kau telah menengokku walau hanya dalam mimpi…

Aku Rindu pada kalian, Ayah…Ibu…

Doaku selalu untuk mu di syurga…

 

dan aku masih bisa merasakan pelukan itu…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s