—Analogi Diri—


Sekali lagi tak ada yang istimewa dariku, dan tak mudah memberitahu orang bagaimana aku dan perasaanku…

Kita ber-Analogi saja,

Kalian tahu Ilalang dan Bunga di tepi Jalan?

Ilalang…

Kalian pasti pernah melihat bagaimana bentuk dan keadaannya, biasa saja…tak ada bagus-bagusnya, bahkan ada orang yang menganggapnya benalu (mengganggu saja). Ilalang tumbuh di liarnya belukar, tak terurus (lagipula siapa yang mau merawat rumput?!)

Tapi, seandainya dia bisa berfikir dan berbicara… mungkin dia akan berucap,

“Aku tak pernah peduli pada sebuah penghakiman manusia. Semakin diinjak semakin aku tegak berdiri, Semakin dipotong semakin aku akan tumbuh lebih lebat dari sebelumnya… Aku ada karena Tercipta. Karena Tuhan yang menyuruhku hadir, bukan karena kalian manusia…!”

Begitulah Ilalang yang tumbuh liar di padang gersang, berkawan Kupu-kupu yang merindukan musim seminya…

Bunga di tepi Jalan, pernah melihatnya pasti? Bahkan ada orang terinspirasi membuatnya menjadi sebuah lagu…

Aku bukan mawar yang meskipun berduri dia tetap cantik,

Aku bukan melati yang putih, bersih dan harum,

Aku bukan anggrek yang begitu anggun mempesona,

Bahkan Aku bukan bunga Rafflesia yang sangat langka dan terlindungi…

Aku hanya bunga di tepi jalan yang tumbuh di bawah teriknya matahari dan dinginnya malam. Debu jalanan, asap kendaraan, bau comberan menjadi kawan yang setiap hari datang. Diinjak, diabaikan, tersingkir, dicibir, bukan hal mengejutkan bagiku…

Tapi, aku merasa bahwa aku jauh lebih beruntung dari bunga-bunga indah yang ada di dalam pot mahal yang selalu disiram dan diberi pupuk pemiliknya, karena mereka hanya tau kehidupan sebatas pagar rumah saja.

Di jalanan aku bisa melihat dunia lebih dari yang mereka pikirkan, melihat lebih banyak kehidupan, merasakan panas hujan badai bahkan sejuknya embun pagi hari, bertahan mencari penghidupan tanpa disiram dan dipupuk. Menghargai tingkah polah kehidupan dari sisi yang berbeda.

Ya…analogi yang aku pikir cukup menjelaskan bagaimana diriku. Kurang lebih begitu, ini cerita tentangku…

—Ilalang yang tumbuh mekar di tepi Jalan—

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s