Padang Ilalang


Aku rindu cerita rerumputan di tengah gurun, aku rindu cerita kupu-kupu di musim semi. Aku rindu Padang Ilalang…

Padang Ilalang, sebuah gurun pasir di tepi laut. Tak ada rumput disini. Tak ada kupu-kupu disini. Tak ada Hujan.  Yang ada hanya Padang Ilalang terhampar diantara butiran pasir.

Padang Ilalang adalah sebuah potret keaslian alam yang penuh keluguan, apa adanya. Alam menjadi sekolah yang selalu mengajariku banyak hal. Sebuah Kearifan Lokal.

Aku banyak belajar dari potret Padang ilalang. Kau tahu apa itu ilalang? Ah, siapa yang peduli. Siapa yang mau memperhatikan. Siapa yang akan kagum. Ia hanya ilalang…yang tumbuh liar diantara belukar,  yang hidup di gersangnya gurun, bahkan tak ada kupu-kupu yang mau hinggap di dahannya. Ia hanya ilalang…yang sering dianggap benalu tak berguna. Tapi, ia pun tak menghiraukan penghakiman itu. Ilalang tetap tumbuh, hidup dan produktif.  Ia hanya tahu bahwa TUHAN masih peduli. Tuhan lah yang menyuruhnya hadir di jagad ini. Ia hanya akan pergi bila Tuhan yang menyuruhnya.  Ilalang ada karena tercipta

.

One thought on “Padang Ilalang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s